Langsung ke konten utama

Semarak Ramadan, KMJ Mesir Sukses Selenggarakan Simaan 30 Juz Al-Qur’an

 



Kairo — Divisi Keilmuan KMJ Mesir sukses menyelenggarakan kegiatan Gema Sepucuk Jambi Bersama Al-Qur’an, sebuah program simaan Al-Qur’an bil ghaib yang diikuti oleh anggota KMJ Mesir. Kegiatan ini menghadirkan para peserta tasmi’ yang masing-masing membacakan satu juz Al-Qur’an hingga genap tiga puluh juz dalam dua hari pelaksanaan, sebagai bentuk syiar tilawah sekaligus sarana murajaah hafalan di bulan suci Ramadan.

 

Program ini digagas oleh Divisi Keilmuan KMJ Mesir sebagai upaya menghadirkan kegiatan Ramadan yang tidak hanya bersifat kajian tematik, tetapi juga memberi ruang praktik langsung dalam interaksi dengan Al-Qur’an. Koordinator Divisi Keilmuan, Gibransyah Nasution, menyampaikan bahwa gagasan kegiatan ini berawal dari diskusi sederhana di internal divisi.

 

“Program ini muncul dari obrolan receh di internal kami Divisi Keilmuan ketika merencanakan program di bulan Ramadan ini. Di tahun-tahun sebelumnya, yang identik dengan Ramadan adalah kajian tentang Ramadan, baik itu puasa, zakat, dan lain-lain. Namun karena di tahun kemarin minat dan antusias peserta dalam kajian itu kurang, maka kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru. Muncullah ide simaan Al-Qur’an bil ghaib ini yang kemudian kami beri nama Gema Sepucuk Jambi Bersama Al-Qur’an,” jelasnya.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an secara bergantian oleh para peserta sesuai dengan pembagian juz yang telah ditetapkan. Setiap peserta membacakan satu juz hingga seluruh rangkaian pembacaan mencapai tiga puluh juz secara lengkap. Selain menjadi sarana murajaah hafalan, kegiatan ini juga terbuka bagi anggota KMJ Mesir yang ingin hadir untuk menyimak lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

 

Gubernur KMJ Mesir, M. Danu Apriansyah, Lc., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program simaan seperti ini merupakan sesuatu yang baru dalam lingkungan KMJ Mesir.

 

“Kalau saya tidak keliru, ini program simaan yang pertama kali yang dilaksanakan di KMJ,” ujarnya.

 

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa khataman Al-Qur’an serta buka puasa bersama, yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat membaca, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah keluarga besar KMJ Mesir, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Kalamullah.


Reporter: M. Riski Maulana

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unggul di 3 TPS, Muhammad Danu Maju Sebagai Gubernur KMJ Mesir

Gentalakmj.blogspot.com, Kairo – Muhammad Danu Apriansyah resmi terpilih menjadi Gubernur KMJ Mesir periode 2025-2026 setelah memperoleh 72,7% total suara sekaligus unggul di 3 TPS dalam Pemira KMJ 2025 yang telah ditetapkan pada Sabtu dini hari, (23/08) di Auditorium Darul Hasan KMJ, Hay Asyir.Mendapatkan perolehan suara sebanyak 176 suara, Muhammad Danu (01) unggul atas Paslon lainnya yaitu Kevin Nicholas Hadi Saputra (02) yang memperoleh total suara sebanyak 66 suara. Dalam pidatonya sebagai Gubernur KMJ terpilih ia menyampaikan pentingnya persatuan warga KMJ “kito KMJ satu, sekarang tidak ada lagi 01 02, kita kembali satu sebagai warga KMJ. Saya juga meminta bantuan juga masukan dari abang-abang, ayuk-ayuk, dan kanti-kanti semua, karena dalam menjalankan semua ini saya tidak bisa seorang diri.” Ujar Danu. Beliau juga menyinggung kedekatannya dengan paslon 02 “Saya mengenal Bang Hadi sudah lama, kami pernah sama-sama di Madrasah Sultan Thaha, beliau menjadi ketua dan saya menj...

Antara Qoul Qadim, Qoul Jadid, dan Qoul Mu’tamad Mazhab Asy-Syafi’i

Mazhab Asy-Syafi’i memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam dengan metodologi yang kokoh dan sistematis. Perjalanan intelektual Imam Asy-Syafi’i terbagi ke dalam dua fase penting: Qaul Qadim di Baghdad dan Qaul Jadid di Mesir. Dari proses tersebut lahir karya-karya besar yang kemudian diringkas, disyarah, dan dikembangkan oleh para ulama setelahnya, hingga terbentuk otoritas hukum mazhab yang dikenal sebagai Qaul Mu’tamad .   Tulisan ini menjelaskan secara ringkas fase pembentukan mazhab Imam Asy-Syafi’i, pengertian Qaul Qadim , Qaul Jadid , dan Qaul Mu’tamad , serta perkembangan kitab-kitab dalam mazhab.   Fase Baghdad ( Qaul Qadim ) Qaul Qadim adalah pendapat atau hukum yang dikemukakan Imam Asy-Syafi’i ketika beliau berada di Baghdad, Irak. Pendapat ini berasal dari kitab-kitab dan fatwa beliau pada masa itu.   Perawi terkenal dalam Qaul Qadim antara lain: Imam Ahmad bin Hanbal Imam Az-Za’farani Imam Al-Karabisi Abu Tsaur   Fase M...

WAMY Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Gentalakmj.blogspot.com – Kairo, Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, World Assembly of Muslim Youth (WAMY) di Mesir kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa putra wafidin (non-Mesir) mendaftar beasiswa di lembaga tersebut. Pendaftaran dibuka dari tanggal 16/8/2025 sampai 15/10/2025 di kantornya yang berada di Jalan El-Farouk Omar, Al-Hayy Al-Asyir, Madinat Nasr, Kairo.   Dilansir oleh ultimateducation.co.id, “Beasiswa WAMY merupakan program yang fokus pada pembangunan generasi muda Muslim. Organisasi ini adalah lembaga internasional yang didedikasikan untuk memberikan dukungan kepada pemuda Muslim. WAMY terdaftar sebagai organisasi internasional non-pemerintah (INGO) yang independen di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).”   Di Mesir, WAMY dikenal di kalangan mahasiswa wafidin sebagai penyedia asrama gratis dengan berbagai fasilitas di dalamnya, seperti perkakas rumah, perpustakaan dan ruang santai. Serta terdapat masjid/mushalla di dalam asrama. Para penghuni juga disediak...