Langsung ke konten utama

Antara Qoul Qadim, Qoul Jadid, dan Qoul Mu’tamad Mazhab Asy-Syafi’i


Mazhab Asy-Syafi’i memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam dengan metodologi yang kokoh dan sistematis. Perjalanan intelektual Imam Asy-Syafi’i terbagi ke dalam dua fase penting: Qaul Qadim di Baghdad dan Qaul Jadid di Mesir. Dari proses tersebut lahir karya-karya besar yang kemudian diringkas, disyarah, dan dikembangkan oleh para ulama setelahnya, hingga terbentuk otoritas hukum mazhab yang dikenal sebagai Qaul Mu’tamad.

 

Tulisan ini menjelaskan secara ringkas fase pembentukan mazhab Imam Asy-Syafi’i, pengertian Qaul Qadim, Qaul Jadid, dan Qaul Mu’tamad, serta perkembangan kitab-kitab dalam mazhab.

 

Fase Baghdad (Qaul Qadim)

Qaul Qadim adalah pendapat atau hukum yang dikemukakan Imam Asy-Syafi’i ketika beliau berada di Baghdad, Irak. Pendapat ini berasal dari kitab-kitab dan fatwa beliau pada masa itu.

 

Perawi terkenal dalam Qaul Qadim antara lain:

  • Imam Ahmad bin Hanbal
  • Imam Az-Za’farani
  • Imam Al-Karabisi
  • Abu Tsaur

 

Fase Mesir (Qaul Jadid)

Qaul Jadid adalah pendapat atau hukum Imam Asy-Syafi’i ketika beliau berada di Mesir, yang juga lahir dari kitab maupun fatwa beliau.

 

Perawi masyhur dalam Qaul Jadid antara lain:

  • Al-Buwaithi
  • Al-Muzani
  • Ar-Rabi’ Al-Muradi
  • Ar-Rabi’ Al-Jizi
  • Harmalah
  • Abdullah bin Zubair Al-Makki
  • Muhammad bin Abdul Hakam

 

Pendapat beliau pada fase ini terangkum dalam berbagai kitab, di antaranya Al-Umm. Di antara murid senior yang berhak menjelaskan pendapat beliau adalah Imam Al-Muzani.

 

Perkembangan Kitab-Kitab Mazhab

Perjalanan kitab-kitab dalam mazhab Asy-Syafi’i berkembang secara bertahap melalui ringkasan (mukhtashar) dan syarah. Urutannya sebagai berikut:

  1. Al-Umm karya Imam Asy-Syafi’i, diringkas oleh Imam Al-Muzani dalam Mukhtashar Muzani.
  2. Mukhtashar Muzani disyarahkan oleh Imam Al-Haramain Al-Juwaini dalam Nihayatu Al-Mathlab fi Dirayah Al-Madzhab.
  3. Kitab Imam Al-Juwaini diringkas oleh muridnya, Imam Al-Ghazali, dalam tiga karya: Al-Basith, Al-Wasith, dan Al-Wajiz.
  4. Al-Wajiz disyarahkan oleh Imam Ar-Rafi’i dalam Al-Muharrar.
  5. Imam An-Nawawi kemudian merangkum dalam Minhaj At-Thalibin.

 

Apabila Imam Ar-Rafi’i dan Imam An-Nawawi sepakat dalam suatu masalah, maka itulah yang disebut Qaul Mu’tamad. Jika keduanya berbeda, maka pendapat Imam An-Nawawi yang dipegang.

 

Apabila dalam karya-karya Imam An-Nawawi sendiri terdapat perbedaan, maka yang dipakai adalah pendapat terakhir beliau. Urutan prioritas kitabnya adalah:

  1. Al-Majmu’
  2. At-Tahqiq
  3. At-Tanqih
  4. Rawdhat At-Thalibin
  5. Minhaj At-Thalibin

 

Qaul Mu’tamad dalam Mazhab Asy-Syafi’i

Menurut Imam Ibn Hajar Al-Haitami dan Imam Syamsuddin Ar-Ramli, apabila terdapat perbedaan dalam pendapat Imam An-Nawawi, maka pendapat beliau dalam Minhaj At-Thalibin yang dipegang, karena dianggap sebagai pendapat terakhir dan paling kuat.

 

Kitab Minhaj At-Thalibin memiliki banyak syarah, di antaranya:

  1. Tuhfah Al-Muhtaj karya Imam Ibn Hajar Al-Haitami.
  2. Nihayah Al-Muhtaj karya Imam Syamsuddin Ar-Ramli.

 

Apabila keduanya sepakat dalam suatu masalah, maka itulah Qaul Mu’tamad. Namun, jika berbeda, maka pendapat masing-masing dari keduanya tetap dianggap sebagai Qaul Mu’tamad.

 

Dalam praktiknya:

  • Di Mesir, masyarakat umumnya mengikuti Qaul Mu’tamad Imam Ar-Ramli.
  • Di Indonesia, Malaysia, Yaman, India, dan beberapa negeri lain, yang lebih banyak diikuti adalah Qaul Mu’tamad Imam Ibn Hajar Al-Haitami.

 

Perbedaan antara Qaul Qadim, Qaul Jadid, dan Qaul Mu’tamad mencerminkan dinamika fiqh Imam Asy-Syafi’i dalam mencari kebenaran. Melalui karya-karya beliau dan peran besar murid-muridnya, terbentuklah sistem hukum Islam yang kokoh, relevan, dan tetap menjadi pegangan umat hingga kini.

Wallahu a’lam.


Oleh: Kevin Nicholas Hadi S

Editor: Redaktur Gentala

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unggul di 3 TPS, Muhammad Danu Maju Sebagai Gubernur KMJ Mesir

Gentalakmj.blogspot.com, Kairo – Muhammad Danu Apriansyah resmi terpilih menjadi Gubernur KMJ Mesir periode 2025-2026 setelah memperoleh 72,7% total suara sekaligus unggul di 3 TPS dalam Pemira KMJ 2025 yang telah ditetapkan pada Sabtu dini hari, (23/08) di Auditorium Darul Hasan KMJ, Hay Asyir.Mendapatkan perolehan suara sebanyak 176 suara, Muhammad Danu (01) unggul atas Paslon lainnya yaitu Kevin Nicholas Hadi Saputra (02) yang memperoleh total suara sebanyak 66 suara. Dalam pidatonya sebagai Gubernur KMJ terpilih ia menyampaikan pentingnya persatuan warga KMJ “kito KMJ satu, sekarang tidak ada lagi 01 02, kita kembali satu sebagai warga KMJ. Saya juga meminta bantuan juga masukan dari abang-abang, ayuk-ayuk, dan kanti-kanti semua, karena dalam menjalankan semua ini saya tidak bisa seorang diri.” Ujar Danu. Beliau juga menyinggung kedekatannya dengan paslon 02 “Saya mengenal Bang Hadi sudah lama, kami pernah sama-sama di Madrasah Sultan Thaha, beliau menjadi ketua dan saya menj...

WAMY Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Gentalakmj.blogspot.com – Kairo, Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, World Assembly of Muslim Youth (WAMY) di Mesir kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa putra wafidin (non-Mesir) mendaftar beasiswa di lembaga tersebut. Pendaftaran dibuka dari tanggal 16/8/2025 sampai 15/10/2025 di kantornya yang berada di Jalan El-Farouk Omar, Al-Hayy Al-Asyir, Madinat Nasr, Kairo.   Dilansir oleh ultimateducation.co.id, “Beasiswa WAMY merupakan program yang fokus pada pembangunan generasi muda Muslim. Organisasi ini adalah lembaga internasional yang didedikasikan untuk memberikan dukungan kepada pemuda Muslim. WAMY terdaftar sebagai organisasi internasional non-pemerintah (INGO) yang independen di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).”   Di Mesir, WAMY dikenal di kalangan mahasiswa wafidin sebagai penyedia asrama gratis dengan berbagai fasilitas di dalamnya, seperti perkakas rumah, perpustakaan dan ruang santai. Serta terdapat masjid/mushalla di dalam asrama. Para penghuni juga disediak...