Langsung ke konten utama

MPA Sahkan RAPBO KMJ Mesir: Anggaran Termin I Resmi Disetujui


Dalam menjalankan roda organisasi, Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) KMJ Mesir mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (RAPBO) Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi (APBO) Termin I tahun 2025/2026. Sidang pengesahan ini berlangsung di Auditorium Darul Hasan, Senin (15/9).

 

Sidang dihadiri oleh jajaran MPA, Gubernur beserta Dewan Pengurus, serta perwakilan lembaga-lembaga otonom KMJ seperti Madrasah Sultan Thaha, Gentala, dan Darul Hasan.

 

Dalam surat yang disahkan MPA dengan nomor 004/A-7/MPA-KMJ/XXXIV/IX/2025-1447, jumlah anggaran yang disetujui untuk termin pertama ini sebesar 86.580 LE, dengan rincian sebagai berikut:

  • Dewan Pengurus = 70.415 LE
  • Madrasah Sultan Thaha = 14.565 LE
  • Gentala = 1.600 LE

 

Ketua MPA, Syahruridho Jufri, dalam pesannya menekankan pentingnya tanggung jawab dalam mengelola dana organisasi. “Saya berpesan kepada teman-teman, untuk masalah duit, ini bukan duit dewan pengurus, bukan duit MST, pun Gentala. Ini duit anggota KMJ Mesir secara menyeluruh. Masalah duit itu sensitif, 100 pound, 200 pound, 1.000, 2.000 itu akan dipertanggungjawabkan. Entah itu pertanggungjawabannya di LKS/LPJ nanti, atau di akhirat kelak. Harapan saya, teman-teman benar-benar komitmen, hati-hati untuk memanfaatkannya,” ucapnya selepas mengesahkan APBO.

 

Selain pengesahan RAPBO, sidang ini juga diisi dengan pemaparan program kerja dari masing-masing divisi Dewan Pengurus untuk satu termin ke depan. Namun, sorotan muncul dari absennya sebagian program unggulan Gubernur Danu. Menanggapi hal tersebut, Gubernur KMJ Mesir, Muhammad Danu, menjelaskan, “Progul kita ada empat, di antara empat ini, di termin satu ini kita adakan satu dulu, yaitu Sanggar Tataboga. Alasannya karena kesingkatan waktu. Selanjutnya, progul Layanan Siaga KMJ tetap berjalan, sifatnya tidak sekali tapi sepanjang termin ini. Sisanya bisa dieksekusi di termin dua, karena di termin dua waktunya panjang,” terangnya.

 

Untuk agenda terdekat, Gub Danu menambahkan, “Program kerja terdekat ini ada Tasyakuran HUT KMJ oleh Divisi Senbud (Seni Budaya), dan Mawarits Course dari Divisi Keilmuan.”

 

Pengesahan APBO ini bukan sekadar penetapan angka-angka, melainkan ikrar bersama untuk mengelola amanah dengan penuh tanggung jawab. Dengan disiplin anggaran dan program yang terarah, KMJ Mesir diharapkan terus melangkah maju sebagai organisasi yang transparan, berintegritas, dan bermanfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

 

Oleh: Dian Safitri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unggul di 3 TPS, Muhammad Danu Maju Sebagai Gubernur KMJ Mesir

Gentalakmj.blogspot.com, Kairo – Muhammad Danu Apriansyah resmi terpilih menjadi Gubernur KMJ Mesir periode 2025-2026 setelah memperoleh 72,7% total suara sekaligus unggul di 3 TPS dalam Pemira KMJ 2025 yang telah ditetapkan pada Sabtu dini hari, (23/08) di Auditorium Darul Hasan KMJ, Hay Asyir.Mendapatkan perolehan suara sebanyak 176 suara, Muhammad Danu (01) unggul atas Paslon lainnya yaitu Kevin Nicholas Hadi Saputra (02) yang memperoleh total suara sebanyak 66 suara. Dalam pidatonya sebagai Gubernur KMJ terpilih ia menyampaikan pentingnya persatuan warga KMJ “kito KMJ satu, sekarang tidak ada lagi 01 02, kita kembali satu sebagai warga KMJ. Saya juga meminta bantuan juga masukan dari abang-abang, ayuk-ayuk, dan kanti-kanti semua, karena dalam menjalankan semua ini saya tidak bisa seorang diri.” Ujar Danu. Beliau juga menyinggung kedekatannya dengan paslon 02 “Saya mengenal Bang Hadi sudah lama, kami pernah sama-sama di Madrasah Sultan Thaha, beliau menjadi ketua dan saya menj...

Antara Qoul Qadim, Qoul Jadid, dan Qoul Mu’tamad Mazhab Asy-Syafi’i

Mazhab Asy-Syafi’i memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam dengan metodologi yang kokoh dan sistematis. Perjalanan intelektual Imam Asy-Syafi’i terbagi ke dalam dua fase penting: Qaul Qadim di Baghdad dan Qaul Jadid di Mesir. Dari proses tersebut lahir karya-karya besar yang kemudian diringkas, disyarah, dan dikembangkan oleh para ulama setelahnya, hingga terbentuk otoritas hukum mazhab yang dikenal sebagai Qaul Mu’tamad .   Tulisan ini menjelaskan secara ringkas fase pembentukan mazhab Imam Asy-Syafi’i, pengertian Qaul Qadim , Qaul Jadid , dan Qaul Mu’tamad , serta perkembangan kitab-kitab dalam mazhab.   Fase Baghdad ( Qaul Qadim ) Qaul Qadim adalah pendapat atau hukum yang dikemukakan Imam Asy-Syafi’i ketika beliau berada di Baghdad, Irak. Pendapat ini berasal dari kitab-kitab dan fatwa beliau pada masa itu.   Perawi terkenal dalam Qaul Qadim antara lain: Imam Ahmad bin Hanbal Imam Az-Za’farani Imam Al-Karabisi Abu Tsaur   Fase M...

WAMY Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Gentalakmj.blogspot.com – Kairo, Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, World Assembly of Muslim Youth (WAMY) di Mesir kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa putra wafidin (non-Mesir) mendaftar beasiswa di lembaga tersebut. Pendaftaran dibuka dari tanggal 16/8/2025 sampai 15/10/2025 di kantornya yang berada di Jalan El-Farouk Omar, Al-Hayy Al-Asyir, Madinat Nasr, Kairo.   Dilansir oleh ultimateducation.co.id, “Beasiswa WAMY merupakan program yang fokus pada pembangunan generasi muda Muslim. Organisasi ini adalah lembaga internasional yang didedikasikan untuk memberikan dukungan kepada pemuda Muslim. WAMY terdaftar sebagai organisasi internasional non-pemerintah (INGO) yang independen di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).”   Di Mesir, WAMY dikenal di kalangan mahasiswa wafidin sebagai penyedia asrama gratis dengan berbagai fasilitas di dalamnya, seperti perkakas rumah, perpustakaan dan ruang santai. Serta terdapat masjid/mushalla di dalam asrama. Para penghuni juga disediak...